• Loading stock data...

TPDI: Kajati NTT Yulianto dapat Dituntut Korupsi

  • Bagikan

Jakarta, BisnisNusantara.com-Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) mencatat putusan bebas beruntun yang dilakukan Hakim Tipikor pada Pengadilan  Negeri Kupang terhadap beberapa terdakwa kasus korupsi.

Di antaranya mantan Walikota Kupang Jonas Salean, Advokat Peradi Ali Antonius dan saksi Frans Harun dan Zulkarnain Djudje.

Dalam rilis yang diterima redaksi BisnisNusantara.com, Rabu (17/03/2021) malam, TPDI berpandangan bahwa sebenarnya kasus-kasus yang dibuat para terdakwa korupsi itu adalah kasus kecil yang dibuat besar atau dibesar-besarkan Kajati NTT Yulianto. Padahal, tanda-tanda kegagalan proses hukumnya sebenarnya sudah nampak di depan mata.

Terhadap vonis bebas yang dilakukan majelis hakim Pengadilan Negeri Kupang, Jaksa Penuntut Umum (JPU) kemudian melakukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Baca Juga:  Sidang Dewan Pengawas KPK Ungkap Fakta Dugaan Aksi Jahat Azis Syamsuddin

“Jika nanti putusan akhir Majelis Hakim Agung menguatkan putusan Hakim Tipikor yang menyatakan tuduhan JPU tidak terbukti maka Kajati Yulianto dapat dituntut korupsi karena gagal mengembalikan kerugian negara, apalagi negara sudah mengeluarkan biaya besar untuk mengusut perkara korupsi ini”, tandas Advokat TPDI Egidius Sadipun.

Menurut Egidius, putusan-putusan hakim ini memperlihatkan betapa Kajati NTT Yulianto gegabah dan ambisius tanpa perhitungan yang cermat karena hanya ingin mencitrakan diri sebagai jaksa yang hebat dan berani menabrak nama-nama besar.

Baca Juga:  Petrus Selestinus: JK, Berhentilah Membuat Pernyataan Rasis dan Diskriminatif

Ternyata semuanya nihil, tidak terbukti”, tegas Egidius.

Terhadap putusan-putusan beruntun itu, Egidius meminta Kajati NTT Yulianto harus bertanggungjawab baik dalam jabatannya maupun selaku pribadi untuk memulihkan harkat, martabat dan kerugian Advokat Ali Antonius, Saksi Frans Harun, Zulkarnain Djudje dan Terdakwa Jonas Salean, dalam perkara berbeda.

“Kekalahan mendakwa Terdakwa melakukan korupsi meskipun belum final, ini merupakan tamparan keras terhadap wajah Kejaksaan Tinggi NTT sekaligus wajah Dr. Yulianto selaku Kajati NTT”, kata Egidius.

Advokat Peradi ini mengatakan, putusan bebas Terdakwa Jonas Salean akan menjadi pelajaran penting bagi jaksa-jaksa muda di NTT.

Baca Juga:  Sidang Dewan Pengawas KPK Ungkap Fakta Dugaan Aksi Jahat Azis Syamsuddin

Dia berharap jaksa-jaksa muda tidak mengikuti pola penyidikan model Yulianto. Sebab, Yulianto diduga hanya mengejar citra diri dan memanipulasi diri sebagai jaksa hebat demi mengejar jabatan dan mabuk pujian lalu mengabaikan profesionalisme dan adat ketimuran dalam bertindak.

“Jaksa Agung sebaiknya memberikan sanksi administratif dengan mencopot jabatan Kajati NTT Yulianto. Kembalikan ke Jakarta untuk belajar lebih banyak lagi tentang profesionalisme penyidikan dan penuntutan atau tetap di NTT tetapi tanpa jabatan apapun”, demikian Egidius. (cyk)

  • Bagikan