• Loading stock data...

Tidak Setuju Jumlah Klaim Asuransi, Nasabah Mengadukan BCA Finance ke OJK

  • Bagikan

Jakarta, BisnisNusantara.com-Ahli waris nasabah BCA Finance tidak setuju dengan jumlah pembayaran klaim asuransi meninggal dunia nasabah/konsumen atau tertanggung atas nama Yeni Yunetri (almh). Buntutnya, nasabah BCA Finance dan BCA life ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam kapasitas sebagai pengawas sektor keuangan untuk mendapatkan solusi pada Selasa (02/11/2021).

“Dengan pengaduan tersebut, OJK sebagai pengawas sektor keuangan diharapkan ada solusi atas perselisihan kami dengan pihak BCA finance,” kata kuasa ahli waris nasabah Wempi H.O Ursia, SH kepada wartawan di Jakarta, Rabu (03/10/2021).

Almarhumah atau tertanggung Yeni Yunetri meninggal akibat Covid-19 dan telah menyerahkan seluruh dokumen klaim asuransi jiwa kredit protection (BCA life) kepada BCA finance pada 30 Juli 2021 lalu.

Wempi menyayangkan pihak BCA finance dan BCA life yang memberikan penggantian hanya sebesar Rp129.237.551,00, sedangkan nilai pelunasan account induk pertanggal 15 Oktober 2021 sebesar Rp282.009.956,00. Sehingga, kekurangan pelunasan yang harus dibayar ahli waris sebesar Rp152.777.405,00.

“Seharusnya dalam kondisi pandemi seperti ini, pihak BCA finance dan BCA life mempunyai kebijakan yang dapat membantu tertanggung atau ahli waris,” tegasnya.

Merespon pengaduan tersebut, Departemen Legal BCA Finance Kantor Pusat Pondok Indah Ari Bhaskara menjelaskan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengapa angka berbeda.

Diungkapkan, perbedaan angka itu terjadi karena perhitungan Credit Protection (CP) dimulai dari tertanggal konsumen meninggal yakni pada tanggal 09 Juli 2021 dan berakhir pada 23 Mei 2022. Ketika terdapat penambahan tenor pasca Konsumen mengikuti program restrukturisasi/relaksasi, hal tersebut tidak tercover oleh asuransi CP.

“Ketika konsumen itu menerima program restrukturisasi/relaksasi sebagaimana tertuang dalam Perubahan Pertama Perjanjian Pembiayaan Konsumen telah disebutkan bahwa masa pertanggungan yang dicover oleh Asuransi CP terhitung sejak 23 Mei 2019 dan berakhir pada 23 Mei 2022 merujuk pada tenor awal sebelum relaksasi dan itu sudah kami nyatakan dalam Perubahan Pertama Perjanjian,” ungkapnya.

Ari menjelaskan, pihaknya telah memberikan waktu kepada konsumen untuk mempelajari isi dari perubahan perjanjian tersebut sebelum konsumen menandatangani perjanjian.

“Pihak kami tidak memaksa konsumen untuk menandatangani perubahan perjanjian tersebut,” demikian Ari. (*/cyk)

  • Bagikan