• Loading stock data...

Surat Pemberitahuan Kacapem Bank NTT Wolowaru Berpotensi Membatalkan Hasil Pemilihan Wabup Ende

Jakarta, BisnisNusantara.com-Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus menegaskan, Surat Pemberitahuan Kacapem Bank NTT Wolowaru Berpotensi Membatalkan Hasil Pemilihan Wabup Ende.

Hal ini dapat ditelisik dari sebuah Surat Berkop Bank NTT, Nomor : 40/BANKNTT/KCPW/IX/2021, Perihal Pemberitahuan II, tanggal, Wolowaru, 13 September 2021, ditujukan kepada Sdr. Erikos Emanuel Rede.

Dalam surat itu, pihak Bank NTT Capem Wolowaru meminta agar tunggakan hutang yang sudah macet selama 4 bulan sejak Juni 2021 s/d September 2021 diselesaikan pembayarannya, ditandatangani oleh Theodorus Lewotan, Ka Capem Bank NTT Wolowaru.

“Yang menjadi dasar  Surat Pemberitahuan II ini adalah dua Perjanjian Kredit pada Bank NTT Capem Wolowaru. Surat Perjanjian Kredit I ber-No. 1014013039, tanggal 11 April 2020, plafond Rp200 juta dan Surat Perjanjian Kredit II ber-No. 1014013028, tanggal 3 Mei 2020, plafond Rp700 juta. Kedua Surat Perjanjian Kredit itu telah beredar luas dan dikirim kepada TIM PEMBELA DEMOKRASI INDONESIA (TPDI), tanggal 4 Januari 2022”, ungkap Petrus dalam rilisnya yang diterima redaksi, Kamis (20/01/2022).

Advokat Peradi itu menjelaskan, dalam Surat Pemberitahuan II itu disebutkan, dua Rekening Pinjaman Erikos Emanuel Rede pada Bank NTT Capem Wolowaru, terdapat tunggakan selama empat bulan, terhitung sejak Juni 2021 sampai dengan September 2021, dengan perincian, angsuran per bulan Rp24.593.829,00.

Dalam pelaksanaannya, sebut Petrus, setoran dari Bendahara Gaji per bulan Rp10.128.534,00. Ini berarti terjadi selisih tunggakan per bulan Rp14.465.295,00, sehingga total tunggakan selama empat bulan sebesar Rp57.861.180,00.

Baca Juga:  Mendagri Inginkan Mekanisme Pilkada Ulang di Ende

Benarkah Erikos Beritikad Baik?
Untuk menjaga nama baik dan demi kebaikan bersama, Koordinator Perekat Nusantara itu sangat mengharapkan “etikad baik” dari Sdr. Erikos Emanuel Rede untuk segera menyelesaikan tunggakan tersebut paling lambat 24 September 2021. Pertanyaannya apakah Erikos Emanuel Rede, masih beritikad baik?

Menurut Petrus, surat Bank NTT Capem Wolowaru kepada Erikos Emanuel Rede, 13/9/2021, dapat dipastikan tidak ada kaitannya dengan hiruk pikuk pemilihan Wakil Bupati Ende, tetapi murni soal hutang macet. Namun jika ditarik ke momentum Pilwabup Ende yang berproses sejak Agustus s/d Oktober 2021 maka Surat Pemberitahun II Bank NTT Capem Wolowaru bakal menjadi masalah hukum yang complicated dan berdampak buruk dalam Pilwabup Ende.

Petrus mengatakan, dengan memperhatikan surat Kepala Bank NTT Cabang Pembantu Wolowaru itu yang perlu dipertanyakan oleh Menteri Dalam Negeri dan DPRD Ende adalah apakah Calon Wakil Bupati terpilih Sdr. Erikos Emanuel Rede ketika mendaftar sebagai Calon Wakil Bupati Ende tidak sedang tersangkut tanggungan hutang pada Bank Pemerintah Cq. Bank NTT Capem Wolowaru atau masih tersangkut hutang macet.

PN Ende Terlibat?
Dalam kasus ini, Petrus bertanya apakah Pengadilan Ende terlibat? “Pertanyaan ini relevan, karena dalam salah satu syarat  UU bagi Calon Bupati/Wakil Bupati diharuskan “tidak sedang memiliki tanggungan hutang secara perseorangan dan/atau secara Badan Hukum yang menjadi tanggungjawabnya yang merugikan keuangan daerah”, disertai dengan Surat Keterangan tidak sedang memiliki tanggungan hutang dstnya, yang diberikan oleh Ketua Pengadilan Negeri Ende kepada Erikos Emanuel Rede.

Baca Juga:  Mendagri Inginkan Mekanisme Pilkada Ulang di Ende

“Jika Ketua Pengadilan Negeri Ende ketika mengeluarkan Surat Keterangan untuk Calon Wakil Bupati Ende a/n. Erikos Emanuel Rede, pada masa selama bulan Juni s/d 13 September 2021 menerangkan bahwa Sdr. Erikos Emanuel Rede “tidak sedang memiliki tanggungan hutang secara perseorangan dan/atau secara Badan Hukum yang menjadi tanggungjawabnya yang merugikan keuangan daerah”, di sini timbul masalah hukum yang cukup problematik yang mengancam batalnya Pilwabup Ende”, tandas Petrus.

Menurut Petrus, apa yang diterangkan oleh Ketua Pengadilan Negeri Ende harus selaras dengan Fakta Surat Pemberitahuan II Bank NTT tanggal 13 September 20221. Namun jika Ketua Pengadilan Negeri Ende mengeluarkan Surat Keterangan yang bertolak belakang dengan posisi hutang macet Sdr. Erikos Emanuel Rede, bahkan berimplikasi melahirkan peristiwa pidana “Membuat Surat Keterangan Palsu”, maka baik Sdr. Erikos Emanuel Rede maupun Ketua Pengadilan Negeri Ende, harus dimintai pertanggungjawaban pidana.

Petrus juga mengungkapkan, copy Surat Bank NTT Nomor : 40/BANKNTT/KCPW/IX/2021, Perihal Pemberitahuan II, tertanggal, Wolowaru, 13 September 2021, yang ditujukan kepada Sdr. Erikos Emanuel Rede, dengan merujuk kepada Perjanjian Kredit pada Bank NTT Capem Wolowaru yang sedang terjadi kemacetan, sangat berimplikasi hukum kepada Pencalonan dan Pemilihan Sdr. Erikos Emanuel Rede sebagai Wakil Bupati Ende, yaitu “batal demi hukum” dan harus diproses secara pidana bila Keterangan Ketua Pengadilan Negeri Ende itu bertentangan dengan fakta adanya hutang macet pada Bank NTT Capem Wolowaru, sebagai karena Keterangan Palsu.

Baca Juga:  Mendagri Inginkan Mekanisme Pilkada Ulang di Ende

Petrus lebih jauh meminta Sdr. Erikos Emanuel Rede dan Ketua Pengadilan Negeri Ende wajib mengklarifikasi kepada publik agar dipastikan apakah telah terjadi Maladministrasi oleh Ketua DPRD, Partai Pengusung, Erikos Emanuel Rede, atau Ketua Pengadilan Negeri Ende sendiri terkait Persyaratan Pencalonan dan Persyaratan Calon a/n. Erikos Emanuel Rede, agar tidak ada dusta di antara kita. (*/cyk)
_____________
Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksitimorline@gmail.com/cyriakuskiik68@gmail.com

Komentar