• Loading stock data...

Periuk Tanah, Produk Unggulan Warga Desa Kelitei di Ngada-NTT

  • Bagikan

Kupang, BisnisNusantara.com-Periuk tanah merupakan produk unggulan di Desa Kelitei Kecamatan Inerie Kabupaten Ngada Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Produk ini merupakan hasil kreasi emak-emak setempat. Pembuatannya pun ramah lingkungan. Sehingga, bisa digunakan untuk menanak nasi, mengolah produk lontar jadi minuman lokal dan alat menyimpan hasil panen.

Institute for Research,Consultation and Information of International of Investment (IRCI) sangat mendukung usaha ekonomi kreatif masyarakat Desa Kelitei yang menjadi produk unggulan masyarakat setempat.

Baca Juga:  Partai Golkar NTT Pertaruhkan 63 Bakal Calon Anggota DPR RI dalam Pemilu 2024

“Produk unggulan masyarakat berupa periuk tanah ini merupakan investasi yang harus diperhatikan”, tegas Gabriel Goa selaku Direktur IRCI saat dihubungi BisnisNusantara.com, Jumat (03/09/2021) siang.

Sebagai investasi masa depan masyarakat, Gabriel mengharapkan usaha ekonomi kreatif periuk tanah menjadi :

Pertama, menyerap tenaga kerja. Kedua, memajukan ekonomi kreatif rakyat.
Ketiga, mempersiapkan SDM melalui Balai Latihan Kerja.

Baca Juga:  Bajawa Kopi Flores NTT Hadir di Jakarta

“IRCI sangat mendukung usaha ekonomi kreatif masyarakat Desa Kelitei berupa periuk tanah yang menjadi produk unggulan”, tandas Gabriel.

Selain itu, IRCI sangat mendukung upaya Pemerintahan Desa dan tokoh-tokoh masyarakat Kelitei yang kooperatif menerima investor untuk memajukan dan sejahterakan rakyat Kelitei.

“Kami siap mempromosikan Kelitei, Inerie di Ngada dan wilayah Destinasi Pariwisata Premium Labuan Bbajo ke fora nasional dan internasional”, demikian Gabriel.

Baca Juga:  Ketua DPD RI Dukung NTT-NTB Jadi Pusat Budidaya Ikan Kerapu dan Kakap

Kelompok ekonomi kreatif emak-emak ini diberi nama Kelompok Usaha Maju Bersama, beranggotakan tujuh orang. Sebagai ketua adalah Emiliana, Albertin Lulu (Sekretaris) dan Bendahara Maria Dolu.

Sedangkan anggotanya terdiri dari Viktoria Moi, Marselina Godho, Florensiana Moi dan
Florentina Bate. (cyk)

  • Bagikan