• Loading stock data...

Ketua DPD RI Sambut Baik Pendirian Pabrik Nestle di Batang

  • Bagikan

Jakarta, BisnisNusantara.com-Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyambut baik investasi Nestlé yang akan membangun pabrik baru di kawasan industri Batang Industrial Park, Bandaraya, Batang, Jawa Tengah.

“Pendirian pabrik ini akan membuka lapangan kerja dan memberikan kesempatan usaha baru di bidang pengembangan peternakan sapi perah bagi komunitas petani”, kata LaNyalla kepada media di Jakarta, Sabtu (22/05/2021).

Pabrik ini hadir dengan nilai investasi sebesar Rp3,14 triliun dan kapasitas produksi 775.000 ton per tahun. Rencananya mulai beroperasi pada 2023.

Baca Juga:  Ketua DPD Dukung Perpanjangan Kerjasama Pertanian RI-Chile

Nestlé Indonesia sendiri telah membeli lebih dari 750 ribu liter susu segar dari 26 ribu peternak sapi perah yang tergabung di 42 koperasi susu dan kelompok peternak sapi perah.

“Semua itu untuk memenuhi kebutuhan bahan baku susu segar di pabrik yang ada di Kejayan, Jatim”, tandas pengusaha sukses ini.

Untuk pabrik baru di Batang, PT Nestlé Indonesia menandatangani nota kesepahaman dengan Pemkab Batang dalam mengembangkan kemitraan dengan calon peternak sapi perah dan kelompok peternak.

Baca Juga:  Ketua DPD RI Minta Optimalisasi Dana Desa dan BUMdes untuk Kebangkitan Ekonomi Desa

“Ini peluang yang harus dimanfaatkan pelaku usaha peternakan mengingat kebutuhan bahan baku susu akan sangat tinggi. Dinas Peternakan perlu membantu mempersiapkan usaha pengembangan sapi perah,” jelasnya.

Meski begitu, Senator asal Jawa Timur itu mengingatkan agar usaha perkoperasian, peternakan sapi perah bersama bahan baku pendukungnya perlu dipersiapkan dengan manajemen yang profesional baik sebagai kemitraan maupun pemasok biasa.

“Perlu adanya bantuan teknis dan keuangan dari produsen maupun instansi terkait untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi,” lanjut LaNyalla.

Baca Juga:  Di Pesantren Mama Bakry, LaNyalla: Pesantren Punya Peran Besar untuk Kemajuan Indonesia

Pabrik baru ini akan dibangun di atas tanah seluas 19,8 hektare. Diharapkan akan memproduksi produk susu cair Bear Brand dan minuman siap konsumsi Milo serta Nescafé.

Kita apresiasi investasi seperti ini karena mendukung pembangunan ekonomi pedesaan. Penghidupan para peternak sapi perah akan lebih baik dengan terserapnya sebanyak mungkin bahan baku lokal,” demikian LaNyalla. (cyk)

  • Bagikan