• Loading stock data...

Kehadiran Bisnis Waralaba Alfamart Berpotensi Mematikan UMKM di TTU

  • Bagikan

Kefamenanu, BisnisNusantara.com-Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utata (TTU) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Johanes Salem, ST dari Partai Demokrat mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat bijak menerima kehadiran bisnis waralaba seperti Alfamart

Sebab, bisnis ini berpotensi mematikan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan pengusaha lokal tradisional.

Hal ini disampaikan Johny, begitu akrabnya Johanes Salem, melalui rilisnya yang diterima redaksi BisnisNusantara.com, Jumat (30/07/2021) malam.

Johny menyampaikan hal ini merespon keresahan masyarakat dan sejumlah pengusaha lokal di wilayah Kabupaten TTU terkait rencana Pemkab TTU menerima kehadiran bisnis waralaba Alfamart di wilayah itu.

Bahkan, bisnis modern tersebut disebut-sebut di awal ini akan menghadirkan 10 gerai di Kota Kefamenanu sebagai ibukota Kabupaten TTU dan beberapa pusat kecamatan.

Menurut Johny, gempuran pandemi Covid-19  telah melumpuhkan daya beli masyarakat dan perputaran roda ekonomi masyarakat menjadi lamban. Pelaku pasar tradisional dan UMKM pun lesu.

Baca Juga:  Bupati TTU Panen Simbolis PsdiD Ciherang Super di Desa Haekto

Di sisi lain,  perputaran uang di daerah menjadi terbatas sebagai akibat maraknya pembelanjaan online. Sebab, dengan belanja online,  semua uang yang ditransfer dari pusat ke daerah hampir sebagian besar langsung kembali lagi ke pusat.

“Kondisi ini semakin menambah beban kesulitan ekonomi masyarakat”  tandas Johny.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten TTU ini menegaskan, menghadapi kondisi ekonomi masyarakat Kabupaten TTU yang serba terbatas dan sulit di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, pemerintah dituntut untuk memiliki iktiar lebih.

Iktiar ini dibutuhkan untuk  menormalkan situasi dengan serius menangani persoalan Covid-19, misalnya dengan pengetatan prokes  menggunakan semua jaringan struktur pemerintah yang ada dalam satu komando.

Baca Juga:  Bupati TTU Panen Simbolis PsdiD Ciherang Super di Desa Haekto

Hal ini dperlukan untuk  mempersempit sebaran Covid-19 dan mempercepat tindakan vaksinasi kepada masyarakat, sehingga masalah kesehatan terselamatkan dan ekonomi masyarakat bangkit kembali.

Tetapi, di tengah harapan para pelaku ekonomi lokal akan membaik dan bangkitnya kondisi ekonomi masyarakat Kabupaten TTU, Pemkab TTU malahan membuat kebijakan mengizinkan beroperasinya bisnis waralaba berupa minimarket Alfamart dengan target 10 gerai di Kabupaten TTU.

“Kehadiran bisnis modern ini sudah pasti mematikan UMKM dan pelaku pasar tradisonal”, kata Johny.

Sebagai wakil rakyat, kata Johny, dia  menangkap adanya aspirasi dari sejumlah pengusaha lokal yang intinya mengkuatirkan terjadinya persaingan usaha yang tidak berimbang antara pengusaha dengan modal besar melawan pengusaha lokal yang berusaha dengan dukungan kredit perbankan.

Baca Juga:  Bupati TTU Panen Simbolis PsdiD Ciherang Super di Desa Haekto

“Saya sangat menyesalkan sikap pemerintah daerah yang memutuskan kebijakan menghadirkan pasar modern tanpa mempedulikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat terutama pengusaha lokal/UMKM”, katanya.

Menurut Johny, mestinya dalam situasi yang serba sulit ini pemerintah memberikan dukungan moril dan stimulus/konpensasi ekonomi bagi UMKM agar mampu bertahan dalam menghadapi tekanan ekonomi.

“Pemerintah harus  menunjukan empati bukan sebaliknya”, tandas Johny.

Sebagai wakil rakyat, Johny  mengharapkan pemerintah melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Izin Terpadu Satu Pintu  Kabupaten TTU melakukan kajian yang matang dan mengajak UMKM dan  para pelaku ekonomi lokal untuk mendengarkan aspirasi mereka sebelum kemudian  memutuskan pemberian izin pembangunan gerai waralaba Alfamart di Kabupaten TTU.

“Kebijakan ini dapat mengerdilkan bahkan mematikan UMKM dan pelaku pasar tradisional”, demikian Johny. (cyk)

  • Bagikan