• Loading stock data...

Gegara Belum Bayar Berita Wartawan, Gubernur Sultra Ali Mazi Diminta Evaluasi Kinerja Kadis Kominfo

  • Bagikan

Kendari, BisnisNusantara.com-Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Ali Mazi, SH diminta segera mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) setempat, Ridwan Badalah.

Permintaan itu sebagai tuntutan pertanggungjawaban atas dana pemberitaan dan advertorial by order dari 10 media di Kendari yang belum dibayarkan.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPD-PPWI) Propinsi Sulra Agussalim Patunru, kepada media di Kendari, Minggu (19/09/2021).

Ada 10 media di Kendari yang mengeluhkan kinerja Dinas Kominfo Sultra atas janji-janji yang tak ada habisnya untuk melakukan pembayaran atas berita dan iklan yang telah dimuat di website masing-masing media. Ke-10 media ini sudan menyetorkan invoice atau tagihan pembayaran tapi tak kunjung dibayarkan,” jelas Agussalim.

Menurutnya, jika Dinas Kominfo tidak punya dana atau tidak ingin memberikan dana pemberitaan dan iklan, hal itu tidak masalah. Namun jangan menjanjikan akan memberikan bantuan dana pemberitaan kepada pihak media-media ini.

Agussalim mengungkapkan, pada Pebruari 2021 lalu, dia diundang atas nama PPWI Sultra oleh Kadis Kominfo Ridwan Badalah untuk bertemu di salah satu warung kopi di Kendari. Kadis Kominfo kemudian meminta 25 media dari 64 media yang tergabung di DPD-PPWI Sultra untuk didaftarkan pengajuan kontrak kerjasama dengan Pemprop Sultra dengan nilai anggaran Rp5,5 juta per bulan per media.

Secara bergilir lima media akan dibayarkan setiap bulannya, demikian janji Kadis itu kepada DPD-PPWI Sultra. Tapi yang terjadi sejak Maret sampai September ini belum ada sama sekali yang dibayarkan. Padahal, invoice sudah disetorkan kepada staf Kadis, Pak Hardin, dan telah diparaf oleh Ridwan Badalah.

Saat ditagih, Ridwan Badalah mengurangi angka dari Rp5,5 juta itu turun menjadi Rp1 juta per media. Itupun belum dibayarkan hingga saat ini.

“Kalau tidak mau bantu, jangan berikan janji-janji,” jelas Agussalim dengan nada kesal.

Kinerja Kadis Kominfo perlu dievaluasi dan pihak penegak hukum diminta untuk mengaudit anggaran media 2021 yang bergulir di Dinas Kominfo sebesar Rp1,5 miliar. Sebab, pemanfaatan anggaran itu dinilai tidak transparan.

Berikut daftar media yang dijanjikan dana bantuan pemberitaan dan iklan namun belum dibayarkan:
1. www.radartenggara.co.id
2. www.globalsultra.co.id
3. www.mediasultra.co.id
4. www.indinesiaexpres.com
5. www.livefaktanews.com
6. www.rakyatku.com
7. www.fokustime.com
8. www.terobosnusantara.com
9. www.wargata.com
10. www.platmeranews.com

Menanggapi masalah ini, Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke mengingatkan kepengurusan PPWI Sultra bahwa pihaknya sudah mewanti-wanti dari awal agar jangan terkecoh dengan janji seorang pejabat.

Bahkan, Wilson Lalengke menegaskan, setiap anggotanya, terutama pemilik dan pengelola media massa, tidak berdekatan dengan birokrasi dan pihak manapun untuk kerjasama pemberitaan yang sifatnya mengikat secara finansial.

“Saya sudah ingatkan sejak awal agar teman-teman media menghindari berdekatan dengan pejabat dalam hal pemberitaan yang didanai oknum pejabat atau anggaran daerah. Anda akan dikibuli alias dibohongi. Ini terjadi dimana-mana. Mereka dengan mudah menghamburkan janji-janji sorga agar perilaku bobrok mereka tidak diberitakan. Namun, setelah berjalan sekian lama, mereka nyaman menikmati situasi aman terkendali, oknum pejabat itu akan dengan mudah juga ingkar janji dengan seribu satu alasan dan bahkan seribu satu janji palsu lagi,” jelas alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini.

Oleh karena itu, sambung Wilson Lalengke, dia menyarankan kepada rekan-rekan media di Sulawesi Tenggara berhenti merengek menagih janji Ridwan Badalah itu.

“Cukuplah pengalaman ini jadi catatan dan penilaian masyarakat tentang karakter oknum pejabat tersebut yang ternyata tidak bisa dipercaya alias tidak amanah terhadap janji yang diucapkannya,” tutup tokoh pers nasional yang terkenal gigih membela warga yang teraniaya di mana-mana. (cyk/AGS/Red)

  • Bagikan