• Loading stock data...

Bupati TTU Apresiasi Bantuan Electrifying Agriculture Proliga PLN Unit Induk Wilayah NTT

  • Bagikan

Kefamenanu, BisnisNusantara.com-Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Drs. Juandi David mengapresiasi program bantuan Electrifying Agriculture Proliga (Program Listrik untuk Buah Naga) dari PLN Unit Induk Wilayah NTT.

“Pogramnya luar biasa dan patut diapresiasi,” kata Bupati Juandi pada kegiatan penyinaran lampu di malam hari oleh PLN Unit Induk Wilayah NTT di Desa Fatoin Kecamatan Insana, Kamis (10/06/2021).

Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda TTU di era tahun 90-an ini menilai, program PLN tersebut merupakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang patut didukung karena tepat sasar dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Karena itu ia berharap, program Listrik Untuk Buah Naga tersebut meningkatkan produktivitas petani buah naga di Desa Fatoin.

Baca Juga:  Bupati TTU Panen Simbolis PsdiD Ciherang Super di Desa Haekto

“Ke depan melalui dinas pertanian, kita mendorong usaha budi daya tanaman buah naga di desa-desa potensial di Kabupaten TTU. Tentunya disesuaikan dengan kondisi tanah yang ada,” kata mantan Kadis Pertanian dan Perkebunan Kabupaten TTU itu.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko mengatakan, PLN merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pembangkit tenaga listrik siap memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

“Sebagai mitra, kita akan selalu bekerjasama dengan pemerintah untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat khususnya Kabupaten TTU,” katanya.

Agustinus mengatakan, penyinaran lampu di malam hari bertujuan untuk memicu pertumbuhan tanaman buah naga pada saat panen.

Baca Juga:  Bupati TTU Panen Simbolis PsdiD Ciherang Super di Desa Haekto

Dengan memberikan penyinaran menggunakan lampu dari energi listrik, imbuh Agustinus, buah naga yang sebelumnya hanya dapat berbuah pada bulan tertentu, bisa berbuah hampir sepanjang tahun.

Untuk menyiasati supaya buah naga bisa berbuah dan dipanen meskipun di luar musim panen, lanjut Agustinus, para petani memanfaatkan cahaya buatan untuk tetap menyinari buah naga yaitu cahaya dari bola lampu yang dihasilkan dari energi listrik.

Agustinus juga siap memfasilitasi perwakilan kelompok petani buah naga Desa Fatoin yang ingin belajar usaha budi daya buah naga dengan sistim penyinaran lampu di malam hari di daerah Jawa Timur khususnya di Kabupaten Banyuwangi.

“Saya siap fasilitasi, jika ada perwakilan dari kelompok tani dengan Kepala PLN Kefamenanu ingin menimba ilmu di Banyuwangi. Ilmu yang didapatkan bisa diterapkan di daerah TTU,” katanya.

Baca Juga:  Bupati TTU Panen Simbolis PsdiD Ciherang Super di Desa Haekto

Ketua Kelompok Tani Anin Tahmate Ignasius Neno Naisau, kepada wartawan mengaku senang dengan program Listrik Untuk Buah Naga yang dilaksanakan di perkebunan buah naga milik kelompoknya dengan sistim penyinaran lampu di malam hari

Ia berjanji akan memanfaatkan energi listrik untuk dapat meningkatkan produktivitas buah naga sekaligus meningkatkan kesejahteraan kelompoknya.

Ignas mengatakan, usaha budi daya tanaman buah naga ia geluti sejak lima tahun yang lalu dan sudah empat kali panen.

Dalam 1 tahun saya bisa panen 2-3 kali dengan hasil panen pertahun diperkirakan mencapai 30 juta,” ujarnya. (cyk/Lius Salu/Kristo Ukat)

  • Bagikan