• Loading stock data...

2.181 Ha Lahan Pertanian Rusak Total Diterjang Banjir Bandang di Desa Fatoin-Malaka

  • Bagikan

Betun, BisnisNusantara.com-Sedikitnya 2.181 Ha lahan pertanian milik masyarakat Desa Fatoin Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) rusak total diterjang banjir bandang dan angin puting beliung pada Jumat-Minggu (2-4/04/2021).

Kepala Desa (Kades) Fatoin Nursisius Un Naifio yang dihubungi BisnisNusantara.com, Kamis (15/04/2021) pagi, menjelaskan, sedikitnya 2.181 Ha lahan pertanian milik masyarakatnya rusak total disapu banjir dan angin puting beliung.

Jumlah itu terdiri dari lahan persawahan masyarakat seluas 6,4 Ha milik 11 kepala keluarga (KK). Mereka menyebar di tiga dusun, yakni Dusun Raymea A, B dan C.

Baca Juga:  Pemuda Desa Barene di Malaka Perbaiki Deker

Ada pula sedikitnya 1.775 Ha lahan kering milik 30 KK yang rusak total. Mereka menyebar di seluruh wilayah Desa Fatoin yang terdiri dari Desa Raymea A, B, C dan Wemer.

“Data-data kerusakan atau kerugian ini sudah dilaporkan ke Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Malaka, awal pekan ini”, kata Kades Nursisius.

Baca Juga:  Kota Betun-NTT Lumpuh Total Delapan Jam

Nur, begitu akrabnya Kades ini, mengaku kalau laporannya ke dinas terlambat. Hal ini disebabkan putusnya beberapa ruas jalan dan jembatan dari daerah pegunungan pada umumnya dan terutama dari Desa Fatoin ke ibukota kabupaten.

“Hujan lebat, angin kencang dan banjir bandang yang terjadi di kami punya desa, buat kami mati langkah. Kami tidak bisa buat apa-apa. Hal ini diperparah dengan padamnya listrik dan putusnya jaringan telekomunikasi. Kalau sudah begini, kita bisa apa”, kata Kades Nur.

Baca Juga:  Pemkab Malaka Serahkan Alsintan Aspirasi Dua Anggota DPR RI NTT kepada 16 Poktan

Kades Nur memastikan, tanaman pertanian yang rusak itu akan berdampak luas dengan terjadinya gagal panen di tingkat masyarakat petani.

“Masyarakat petani Desa Fatoin tahun ini saya yakin gagal panen”, tandas Kades Nur.

Kades Nur berharap, kerugian masyarakatnya yang sudah dilaporkan ke Pemkab Malaka melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Malaka bisa ada solusi terbaik bagi masyarakat. (cyk)

  • Bagikan